Langsung ke isi
Kapal Kargo Selamatkan Pelaut 86 Tahun di Tengah Samudra Pasifik (ilustrasi AI)

Kapal Kargo Selamatkan Pelaut Berusia 86 Tahun di Tengah Samudra Pasifik

YogaYoga2 menit baca

Kisah penyelamatan seorang pelaut berusia 86 tahun di tengah Samudra Pasifik baru saja terjadi. Ia berlayar sendirian dengan yacht dari pantai barat Amerika Serikat menuju Samoa Amerika, lalu kapalnya mengalami masalah di tengah perjalanan.

Berkat sinyal darurat, pesawat pencari dan kru sebuah kapal niaga, ia akhirnya selamat. Bahkan anjingnya juga ikut diselamatkan. Yuk, simak kronologinya.

Hilang kontak lebih dari sebulan

Pelaut ini berangkat dari Astoria, Oregon, dengan tujuan Pago Pago. Kapalnya bernama Willow Wind. Kontak terakhirnya terjadi pada 20 Agustus.

Pada 24 Oktober, Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) menerima laporan bahwa ia belum juga tiba. Artinya, sudah lebih dari sebulan tidak ada kabar darinya.

Sinyal darurat yang menyelamatkan pelaut 86 tahun

Dua hari kemudian, tepatnya 26 Oktober, Coast Guard menangkap sinyal EPIRB dari Willow Wind. EPIRB adalah alat pemancar darurat yang mengirim lokasi kapal saat dalam bahaya.

Coast Guard langsung mengirim dua pesawat pencari dan kapal patroli USCGC Robert Ward. Salah satu pesawat berhasil menemukan yacht itu pada malam harinya.

Kru kapal Grand Orion turun tangan

Sebuah kapal pengangkut mobil, Grand Orion, mengubah rute untuk membantu. Kapal ini tiba di lokasi pukul 03.20 tanggal 27 Oktober.

Sayangnya, ombak terlalu tinggi untuk evakuasi pagi itu. Kru Grand Orion memilih menunggu laut lebih tenang. Sekitar pukul 17.30, mereka akhirnya berhasil menjangkau Willow Wind dan membawa sang pelaut beserta anjingnya naik ke kapal.

Layar yacht itu rusak, jadi Willow Wind ditinggalkan terapung di laut.

Dijemput helikopter dekat California

Kamis pagi, Grand Orion sudah cukup dekat dengan pantai California. Helikopter Jayhawk milik Coast Guard terbang menemui kapal itu dan mengangkat sang pelaut.

Ia dibawa ke Coast Guard Sector San Diego, lalu dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan kesehatan.

Komandan Jason Nguyen dari Coast Guard menekankan pentingnya membawa alat komunikasi darurat dan membuat rencana pelayaran, supaya ada orang di darat yang tahu rute kamu. Ia juga berterima kasih kepada para pelaut niaga dan kru Coast Guard atas kerja sama mereka.

Apa artinya bagi calon kru?

Kisah ini menunjukkan satu hal penting: di laut, semua kapal saling menjaga. Kru Grand Orion rela mengubah rute dan menunggu berjam-jam demi menolong orang yang tidak mereka kenal. Sikap seperti ini juga diharapkan dari kru kapal pesiar.

Karena itu, pelatihan keselamatan seperti BST (Basic Safety Training) wajib dimiliki sebelum kamu bekerja di kapal. Di sana kamu belajar menghadapi keadaan darurat, bukan sekadar formalitas.

Kalau kamu ingin mempersiapkan diri jadi kru kapal pesiar, World Cruise Academy di Yogyakarta bisa jadi tempat belajar. WCA membekali Bahasa Inggris dan materi interview, lalu ada training kerja di hotel bintang 4-5. Info lengkap bisa kamu tanyakan lewat WhatsApp 0812 2711 2363.

Sumber: The Maritime Executive (3 November 2026). Dirangkum dan ditulis ulang dalam Bahasa Indonesia oleh tim World Cruise Academy.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Siapa yang menyelamatkan pelaut 86 tahun ini?

Ia diselamatkan oleh kru kapal pengangkut mobil Grand Orion, setelah yachtnya ditemukan pesawat pencari Coast Guard Amerika Serikat.

Apa itu EPIRB?

EPIRB adalah alat pemancar darurat yang mengirim sinyal lokasi kapal saat dalam bahaya. Sinyal inilah yang membuat Coast Guard bisa menemukan Willow Wind.

Bagaimana nasib yacht Willow Wind?

Layarnya rusak, sehingga yacht itu ditinggalkan terapung di laut setelah pelaut dan anjingnya dievakuasi.

Apa pelajaran untuk calon kru kapal?

Keselamatan dan kepedulian sesama pelaut sangat penting. Karena itu pelatihan keselamatan seperti BST wajib dimiliki sebelum bekerja di kapal.

Reaksimu Bro??