Tantangan Dan Resiko Wanita Kerja Di Kapal Pesiar

Yoga WCA
By Yoga WCA 539 Views
6 Min Read
Tantangan Dan Resiko Wanita Kerja Di Kapal Pesiar

Ketika seseorang berpikir tentang pekerjaan di kapal pesiar, asosiasi yang langsung muncul adalah jam kerja yang panjang, kekacauan, dan berbulan-bulan jauh dari keluarga. Dahulu, kondisi ini dianggap lebih cocok untuk pria. Namun saat ini, waktu telah berubah dan wanita memiliki banyak kesempatan yang sama besarnya dalam industri kapal pesiar. Namun tantangan dan resiko wanita kerja di kapal pesiar bukanlah menjadi rintangan, dikarenakan peraturan di kapal pesiar sangat mengistimewakan hak-hak kru wanita yang bekerja di kapal pesiar.

DOWNLOAD APLIKASI WORLD CRUISE ACADEMY
Ad imageAd image

Menurut Conde Nast Traveller, sekitar 18-20 persen tenaga kerja kapal pesiar terdiri dari wanita. Statistik bervariasi tergantung pada masing-masing perusahaan kapal pesiar itu sendiri, tetapi angka statistik menunjukkan bahwa antara 5 hingga 22 persen kru kapal pesiar adalah wanita/perempuan.

Pada tahun 2007 – lebih dari satu dekade yang lalu, seorang wanita mengambil alih kendali kapal pesiar sebagai kapten untuk pertama kalinya. Sejak naiknya Karin Stahr-Janson menjadi kapten kapal Royal Caribbean’s Monarch Of The Seas, banyak perusahaan kapal pesiar lainnya termasuk Cunard, P&O Cruises, Sea Cloud Cruises, Aida, Regent Seven Seas Cruises, dan Seven Seas mempekerjakan wanita sebagai kapten.

Tantangan Wanita Kerja Di Kapal Pesiar

  1. Isolasi dari Keluarga dan Teman: Wanita yang bekerja di kapal pesiar seringkali harus menjalani kontrak kerja jangka panjang tanpa dapat berkumpul dengan keluarga atau teman-teman mereka. Ini bisa menimbulkan rasa kesepian dan keterpisahan.
  2. Lingkungan Kerja Pria-Dominan: Industri kapal pesiar masih didominasi oleh laki-laki, terutama dalam posisi teknis dan kru pelayanan. Ini bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak selalu nyaman bagi wanita, dan mereka mungkin perlu membuktikan diri lebih keras.
  3. Tantangan Fisik: Beberapa pekerjaan di kapal pesiar dapat memerlukan kekuatan fisik yang signifikan, dan ini dapat menjadi tantangan dan resiko khusus bagi wanita. Meskipun banyak wanita yang mampu menyelesaikan tugas-tugas ini, namun mungkin membutuhkan adaptasi dan usaha ekstra.
  4. Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi: Jadwal kerja di kapal pesiar seringkali sangat ketat, dengan jadwal rotasi yang panjang dan pekerjaan yang membutuhkan ketersediaan 24/7. Ini dapat membuat sulit bagi wanita untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  5. Perubahan Waktu dan Kondisi Cuaca: Kapal pesiar berlayar ke berbagai destinasi, dan ini dapat membawa perubahan waktu dan kondisi cuaca yang ekstrem. Wanita pekerja di kapal pesiar mungkin perlu beradaptasi dengan perubahan ini dan tetap sehat meskipun terpapar berbagai kondisi cuaca.
  6. Tantangan Kesehatan Mental: Isolasi, tekanan kerja, dan lingkungan yang terbatas dapat memberikan dampak pada kesehatan mental. Wanita perlu memastikan bahwa mereka memiliki dukungan emosional dan kesehatan mental yang memadai di kapal.
  7. Pengaturan Kamar dan Privasi: Ruang kamar di kapal pesiar seringkali terbatas, dan tingkat privasi mungkin berkurang. Ini bisa menjadi tantangan terutama bagi wanita yang menginginkan ruang pribadi yang cukup.

Meskipun ada tantangan ini, banyak wanita berhasil mengatasi dan menikmati karir mereka di kapal pesiar. Penting bagi mereka untuk memiliki dukungan sosial dan kesehatan mental yang kuat serta kemampuan adaptasi yang baik untuk sukses dalam lingkungan kerja yang unik ini.

DOWNLOAD APLIKASI WORLD CRUISE ACADEMY
Ad imageAd image

Resiko Wanita Kerja Di Kapal Pesiar

Mengalami Pelecehan Sexual : Kru wanita sangat rentan mengalami pelecehan sexual/ sexual harrasment

sexual harassment

Tak jarang kru wanita mengalami pelecehan sexual baik dari sesama kru pria maupun dari tamu pria di kapal pesiar. Pelecehan sexual yang terjadi bisa berbentuk verbal atau non verbal. Ketika kekerasan seksual atau pemerkosaan terjadi di kapal pesiar dan korban ingin menuntut ganti rugi perdata, masalah pertama adalah siapa yang harus dituntut dan di mana. Sebagian besar kontrak kapal pesiar mengharuskan gugatan terhadap perusahaan kapal pesiar diajukan ke pengadilan federal dimana kasus pelecehan itu terjadi. Untuk itu janganlah sungkan-sungkan bagi kru wanita untuk segera melaporkan tindakan pelecahan sexual sekecil apapun ke supervisor ataupun ke HRD/Kapten untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Hamil Di Luar Nikah

Banyak kru yang berpacaran dengan sesama kru, bahkan mereka bisa tinggal sekamar semasa kerja di kapal pesiar. Hanya dengan modal sebuah COUPLE ID, mereka akan bisa terus bersama layaknya sepasang suami istri di atas kapal. Hal inilah yang sering menyebabkan kru wanita lupa diri dan hamil di luar nikah, yang berakibat mereka harus terpaksa pulang kampung sebelum waktunya.

Rumah Tangga Hancur Berantakan

Tidak hanya pria, banyak pula kru wanita yang harus menerima kenyataan melihat rumah tangga mereka hancur berantakan. Entah itu istri/suami yang ketahuan selingkuh dan lari dengan laki-laki/wanita lain. Kerja berbulan-bulan tentunya akan menimbulkan banyak sekali godaan, baik itu yang dirumah atau yang sedang kerja di kapal pesiar. Apalagi banyak bule-bule cantik dan tampan di kapal pesiar yang datang silih berganti menebarkan pesona buayanya untuk menggoda.

Kesimpulan

Tantangan dan resiko wanita kerja di kapal pesiar memang berat. Namun dengan persiapan yang cukup, baik persiapan mental maupun spiritual, semuanya akan bisa diatasi. Tidak ada pekerjaan yang tidak mempunyai resiko, tinggal bagaimana kita meminimalisir dan menyikapi semua tantangan dan resiko tersebut dengan akal serta pikiran yang jernih dan sehat.


Follow:
I am an ex Celebrity Cruises waiter. Now still working on Virgin Voyages as a server. A web designer and love doing SEO.
Leave a review

Leave a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

login