Mempunyai paspor adalah syarat wajib bagi semua orang khususnya tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja atau berkunjung ke luar negeri. Khususnya bagi para awak kapal pesiar. Apa saja syarat membuat paspor..?
Apakah paspor itu..? Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antarnegara.
Syarat Membuat Paspor Baru Kapal Pesiar
Ada berbagai persyaratan yang harus kamu siapkan terlebih dahulu sebelum kamu mengajukan untuk membuat paspor baru
Ini syarat membuat paspor :
- Advertisement -
- E-KTP asli dan fotokopi
- Akta kelahiran ( Asli dan Fotokopi )
- Surat Nikah ( Bagi yang sudah menikah )
- Ijasah Terakhir ( Asli dan Fotokopi ).
- Kartu keluarga (Asli dan Fotokopi )
- Materai
Pembuatan Paspor BaruÂ
1. Mengisi formulir permohonan yang tersedia di loket permohonan paspor kantor imigrasi.Â
2. Menyerahkan formulir tersebut ke loket untuk pembuatan paspor baru untuk mendapatkan bukti tanda terima serta jadwal pengambilan sidik jari dan foto.
3. Pengambilan Sidik Jari, Pas Foto dan Wawancara
4. Melakukan pembayaran di counter pembayarn. Kamu akan diberi informasi kapan paspor akan selesai dan bisa diambil.
Biaya pembuatan paspor baru umum berkisar antara 360 ribu an. Kalau kamu membuatnya melalui calo, bisa terkena biaya 600-800 ribuan. Jadi terserah kamu, toh pada akhirnya kamu juga harus datang sendiri ke kantor imigrasi untuk pengambilan foto, sidik jari dan wawancara. Tapi kalau untuk sekedar berbagi rejeki ya silakan saja. Semuanya terserah anda.
Jangan lupa, yang akan kamu buat adalah paspor pelaut, sedangkan yang akan kamu terima adalah paspor umum, maka kamu harus men ‘sijil’ kan paspormu untuk dijadikan paspor pelaut. Kamu harus pergi ke syahbandar untuk membuat perubahan menjadi paspor pelaut.
Pembuatan paspor saat ini sangatlah cepat, hanya dalam waktu satu minggu paling lambat paspor sudah jadi. Yang terpenting adalah, kamu harus mempersiapkan segala persyaratan dengan teliti, agar tidak bolak-balik menghabiskan biaya dan energi ke kantor imigrasi untuk melengkapi persyaratannya.